Minggu, 04 November 2012

STANDAR AKUNTANSI

IFRS
Akhir-akhir ini banyak permasalahan yang muncul terkait dengan masalah akuntansi. Salah satu contohnya suatu perusahaan mengalami ketidakberesan akuntansi yang mengakibatkan pasar saham terpukul karena kutukan akuntansi yang tersebar setelah kasus Enron,selain itu Nortel memaparkan kesalahan akuntansi yang besar serta kutukan akuntansi di AIG telah memakan korban saham perusahaan tersebut.
Hal tersebut membuktikan bahwa semakin jelas investor harus mempercayai angka-angka akuntansi atau mereka akan meninggalkan pasar dan mengalokasikan dananya ketempat lain.
Dengan kepastian yang dirasakan investor,biaya modal bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan sumber tambahan akan meningkat. Oleh karena itu diperlukan informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya,guna menungkatkan pasar yang efisien.
Pelaporan keuangan dalam hal ini menjadi salah satu bagian terpenting, seperti pelaporan keuangan di Amerika Serikat yang sangat dipercaya karena memiliki pasar modal publik yang paling likuid,dalam,aman,dan efisien dibandingkan dengan negara manapun sepanjang sejarahnya. Salah satu penyebab keberhasilan tersebut adalah dari laporan keuangan dan pengungkapan yang berhubungan mampu melaporkan dan mengorganisir informasi keuangan dalam bentuk yang bermanfaat dan handal.
Dari gambaran masalah akuntansi diatas,maka profesi akuntansi berupaya mengembangkan seperangkat standar yang dapat diterima umum dan dipraktekan secara universal. Karena tanpa standar-standar semacam ini setiap perusahaan akan membuat standar-standar mereka sendiri,dan pemakai laporan keuangan harus dapat memahami praktek-praktek akuntansi serta pelaporan unik dari setiap perusahaan,hal tersebut hampir tidak mungkin untuk membuat laporan keuangan yang dapat diperbandingkan.
Seperangkat standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip akuntansiyang diterima umum(generally accepted accounting principles-GAAP). Yang berarti bahwa sebuah badan pembuat aturan akuntansi yang berwenang telah menetapkan prinsip pelaporan dibidang tertentu ,atau bahwa dari waktu kewaktu suatu praktek tertentu telah dipandang tepat karena dapat diterapkan secara universal.
Mantan Sekretaris Treasury Lawrence Summer mengindikasikan bahwa satu-satunya inovasi paling penting yang membentuk pasar modal adalah gagasan mengenai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum,serta memerlukan prinsip akuntansi yang sama secara internasional. Informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya sangat diperlukan agar pasar modal dapat terus bertahan.
Saat ini terdapat dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional,yaitu GAAP.A.S dan International Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) yang bermarkas di London.
Perusahaan Amerika Serikat yang terdaftar di pasar saham negara lain masih diperbolehkan menggunakan GAAP.A.S . Sebaliknya perusahaan asing yang terdapat di pasar modal Amerika Serikat diwajibkan untuk merekonsiliasi informasi keuangannya dengan GAAP.A.S ,dengan alasan lebih ekstensif dan rinci dibandingkan dengan standar IASB.
Adapun negara yang menggunakan IFRS sudah berjumlah 90 negara, dan Uni Eropa sekarang mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal Eropa (lebih dari 7000 perusahaan untuk menggunakan IFRS.
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) merupakan kumpulan dari standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan publik.
Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat IASB melakukan percepatan harmonisasi Standar Akuntansi Internasional khususnya IFRS yang dibuat oleh IASB dan FASB (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).
IFRS mempunyai beberapa tujuan yang memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi seperti:
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan (comparable) sepanjang periode yang disajikan
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Dengan mengadopsi IFRS, suatu bisnis dapat menyajikan laporan keuangan dengan dasar yang sama sebagai pesaing asing, membuat perbandingan lebih mudah. Selain itu, perusahaan dengan anak perusahaan di negara-negara yang memerlukan atau mengizinkan IFRS mungkin dapat menggunakan salah satu bahasa akuntansi perusahaan-lebar.
Perusahaan-perusahaan juga mungkin perlu mengkonversi ke IFRS jika mereka adalah anak perusahaan dari sebuah perusahaan asing yang harus menggunakan IFRS, atau jika mereka memiliki investor asing yang harus menggunakan IFRS. Perusahaan juga dapat merasakan manfaat dengan menggunakan IFRS jika mereka ingin meningkatkan modal di luar negeri.
Walaupun sebuah keyakinan oleh beberapa keniscayaan penerimaan global IFRS, yang lain percaya bahwa US GAAP adalah standar emas dan bahwa sesuatu akan hilang dengan penerimaan penuh IFRS. Selanjutnya, emiten AS tertentu tanpa pelanggan atau operasi yang signifikan di luar Amerika Serikat IFRS mungkin menolak karena mereka tidak memiliki pasar IFRS insentif untuk menyiapkan laporan keuangan.
Perbedaan terbesar antara GAAP A.S dan IFRS adalah bahwa keseluruhan menyediakan informasi kurang detail. Panduan tentang pengakuan pendapatan, misalnya, secara signifikan lebih kecil dari GAAP luas dan IFRS juga mengandung relatif sedikit instruksi spesifik industri
Selain itu,perbedaan spesifik dikarenakan proyek yang sudah berjalan lama konvergensi antara IASB dan FASB, sejauh mana perbedaan spesifik antara IFRS dan GAAP telah mengecil. Namun perbedaan yang signifikan salah satu dari yang dapat menghasilkan hasil yang dilaporkan sangat berbeda, tergantung pada perusahaan industri dan individu fakta-fakta serta keadaan.
Misalnya:
• IFRS tidak mengizinkan Last In, First Out (LIFO).
  • IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk write-downs kerusakan daripada langkah kedua metode yang digunakan dalam US GAAP, membuat write-downs lebih mungkin.
  • IFRS memiliki batas probabilitas yang berbeda dan pengukuran objektif untuk kemungkinan.
  • IFRS tidak mengizinkan utang untuk pelanggaran perjanjian yang telah terjadi harus diklasifikasikan sebagai non-arus pengabaian kecuali kreditur diperoleh sebelum tanggal neraca.

Saat ini pembuatan dari SAK (Standar Akuntansi Keuangan) mengacu pada FASB (Financial Accounting Standads Board) yang berada di Amerika Serikat, Sedangkan pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar Akuntansi di seluruh dunia, yaitu menggunakan standar akuntansi IFRS(International Financial Reporting Standar).
Mau tidak mau seluruh negara termasuk Indonesia harus mengikuti perubahan yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang digunakan dengan standar akuntansi dunia. Oleh sebab itu, peran dari I.A.I sangat dibutuhkan setipa perusahaan dan pemerintah untuk melakukan perubahan standar akuntansi di Indonesia.
Pengadopsian Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) dibanyak negara, mengikuti pola yang berbeda tanpa memperlihatkan apakah negara tersebut mengikuti Code Law atau Anglo-Saxon Accounting. Untuk negara tertentu, seperti Inggris pengaruh IFRS tidak terlalu besar, namun untuk negara lain, akan terjadi perubahan yang sangat besar.

Adopsi penuh standar akuntansi internasional adalah mengadopsi standar akuntansi internasional secara penuh tanpa adanya perubahan-perubahan untuk diterapkan di suatu negara. Adopsi dan implementasi standar akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi International Financial Reporting Standard (IFRS) bukanlah suatu yang mudah, beberapa permasalahan akan dihadapi oleh tiap negara.

Sumber :
http://inovarizka.wordpress.com/2009/07/02/ifrs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar