Sabtu, 01 Oktober 2011

Tugas 1 Ekonomi Koperasi


Nama : Dewi Septianawati
NPM  : 21210913
Kelas : 2eb08

Tugas 1 : Ekonomi Koperasi (softskill)
Tema   : Kondisi Perkoperasian di Indonesia saat Ini

            Koperasi merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh sekelompok orang-orang demi kepentingan bersama,guna memenuhi satu atau lebih kebutuhan ekonomi dengan melandaskan kegiatan pada prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
            Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
            Koperasi terdiri dari beberapa jenis ,diantaranya Koperasi Simpan Pinjam ,Koperasi Konsumen,Koperasi Produsen,Koperasi Pemasaran,dan Koperasi Jasa. Selain itu terdapat Sumber modal koperasi yang meliputi Simpanan Pokok ,Simpanan wajib , Dana Cadangan , dan Hibah

            Di Indonesia pengenalan koperasi dilakukan oleh dorongan pemerintah,sejak pemerintahan penjajahan Belanda.Pelopor dari koperasi itu sendiri adalah Drs. Moehammad Hatta atau Bung Hatta sang Proklamator Kemerdekaan Koperasi Indonesia.
            Gerakan koperasi itu sendiri mendeklarasikan sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di Tasikmalaya.
Kemudian setelah kemerdekaan, diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi.
            Adapun ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu :
  • Program pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD
  • Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya; dan
  • Perusahaan baik milik negara maupun swasta dalam koperasi karyawan. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang dan kalau ada tidak diberikan tempat semestinya.
            Kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada aras ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi.
            Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa koperasi baru manis dikonsep tetapi sangat pahit perjuangannya di lapangan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif.
            Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum namun tidak eksis sama sekali. Hal ini sangat disayangkan karena penggerakan potensi perekonomian pada level terbawah berawal dan diayomi melalui koperasi.
            Oleh karena itu, koperasi tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan berpegang pada tata kelola yang tradisonal dan tidak berorientasi pada pemuasan keperluan dan keinginan konsumen. Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman yang semakin maju dan tantangan yang semakin global
            Maka,keadaan koperasi di Indonesia saat ini berada pada posisi yang cukup sulit,meskipun banyak koperasi dalam posisikuat dan menguntungkan. Namun jika dibandingkan lebih banyak lagi yang berada dalam kondisi yang lemah dan Sangat tergantung pada dana dari pemerintah
            Selama ini Koperasi di Indonesia dikembangkan dengan dukungan pemerintah dengan basis sektor-sektor primer dan distribusi yang memberikan lapangan kerja terbesar bagi penduduk Indonesia. Sebagai contoh sebagian besar KUD sebagai koperasi program di sektor pertanian didukung dengan program pembangunan untuk membangun KUD. Disisi lain pemerintah juga memanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan pertanian untuk swasembada beras.
            Posisi koperasi di Indonesia pada dasarnya justru didominasi oleh koperasi kredit yang menguasai antara 55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi. Sementara itu dilihat dari populasi koperasi yang terkait dengan program pemerintah hanya sekitar 25% dari populasi koperasi atau sekitar 35% dari populasi koperasi aktif.
            Pada akhir-akhir ini posisi koperasi dalam pasar perkreditan mikro menempati tempat kedua setelah BRI-unit desa sebesar 46% dari KSP/USP dengan pangsa sekitar 31%. Dengan demikian walaupun program pemerintah cukup gencar dan menimbulkan distorsi pada pertumbuhan kemandirian koperasi, tetapi hanya menyentuh sebagian dari populasi koperasi yang ada.
            Sehingga pada dasarnya masih besar elemen untuk tumbuhnya kemandirian koperasi seperti Potensi koperasi pada saat ini sudah mampu untuk memulai gerakan koperasi yang otonom, namun fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasa keuangan, pelayanan infrastruktur serta pembelian bersama.
            Dengan otonomi selain peluang untuk memanfaatkan potensi setempat juga terdapat potensi benturan yang harus diselesaikan di tingkat daerah. Dalam hal ini konsolidasi potensi keuangan, pengembangan jaringan informasi serta pengembangan pusat inovasi dan teknologi merupakan kebutuhan pendukung untuk kuatnya kehadiran koperasi.
            Pemerintah di daerah dapat mendorong pengembangan lembaga penjamin kredit di daerah. Dan kondisi koperasi sekarang diibaratkan seperti berjalan ditempat,yang artinya koperasi tidak mengalami kemajuan dan tidak juga mengalami kemunduran.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar