Minggu, 04 November 2012

APBN 2010

Tabel Data
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2010
(dalam miliar rupiah)
Uraian
APBN
RAPBN-P
Selisih Terhadap APBN


  1. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH

  1. PENERIMAAN DALAM NEGERI

1). PENERIMAAN PERPAJAKAN

a. Pajak Dalam Negeri
b. Pajak Perdagangan Internasional

2). PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

a. Penerimaan SDA
1). SDA Migas
2). NonMigas

b. Bagian Laba BUMN
c. PNBP Lainnya
d. Pendapatan BLU

II. HIBAH

  1. BELANJA NEGARA

  1. BELANJA PEMERINTAH PUSAT (K/L & Non K/L)

1). Belanja K/L
2). Belanja Non K/L
  1. Pembayaran Bunga Utang
    1. Utang Dalam Negeri
    2. Utang Luar Negeri
  2. Subsidi
    1. Subsidi Energi
    2. Subsidi Non Energi
  3. Belanja Lain-Lain

  1. TRANSFER KE DAERAH
  1. Dana Perimbangan
a. Dana Bagi Hasil
b. Dana Alokasi Umum
c. Dana Alokasi Khusus
2. Dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian
3. Hibah ke daerah

949.656,1


948.149,3


742.738,0

715.534,5

27.203,5

205.411,3

132.030,2
120.529,8
11.500,5

24.000,0
39.894,2
9.486,9

1.506,8

1.047.666,0

725.243,0


340.149,2
385.093,8
115.594,6
77.436,8
38.157,8
157.820,3
106.526,7
51.293,6
30.714,9

322.423,0
306.023,4
81.404,8
203.485,2
21.133,4

16.399,6
0,0

974.819,7


973.161,7


733.238,0

710.313,6

22.924,4

239.923,6

160.512,7
149.012,2
11.500,5

28.000,0
41.924,1
9.486,9

1.658,0

1.104.636,6

770.368,2


355.583,2
414.785,1
112.452,8
74.126,7
38.326,1
199.336,5
143.793,7
55.542,7
29.472,7

334.268,3
310.525,5
85.906,9
203.485,2
21.133,4

16.399,6
7.343,2

25.163,6


25.012,3


(9.500,0)

(5.221,0)

(4.279,1)

34.512,3

28.482,5
28.482,5
0,0

4.000,0
2.029,9
0,0

151,3

56.970,5

45.125,2


15.434,0
29.691,2
(3.141,9)
(3.310,1)
168,3
41.516,1
37.267,0
4.249,1
(1.242,3)

11.845,3
4.502,1
4.502,1
0,0
0,0

0,0
7.343,2

STANDAR AKUNTANSI

IFRS
Akhir-akhir ini banyak permasalahan yang muncul terkait dengan masalah akuntansi. Salah satu contohnya suatu perusahaan mengalami ketidakberesan akuntansi yang mengakibatkan pasar saham terpukul karena kutukan akuntansi yang tersebar setelah kasus Enron,selain itu Nortel memaparkan kesalahan akuntansi yang besar serta kutukan akuntansi di AIG telah memakan korban saham perusahaan tersebut.
Hal tersebut membuktikan bahwa semakin jelas investor harus mempercayai angka-angka akuntansi atau mereka akan meninggalkan pasar dan mengalokasikan dananya ketempat lain.
Dengan kepastian yang dirasakan investor,biaya modal bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan sumber tambahan akan meningkat. Oleh karena itu diperlukan informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya,guna menungkatkan pasar yang efisien.
Pelaporan keuangan dalam hal ini menjadi salah satu bagian terpenting, seperti pelaporan keuangan di Amerika Serikat yang sangat dipercaya karena memiliki pasar modal publik yang paling likuid,dalam,aman,dan efisien dibandingkan dengan negara manapun sepanjang sejarahnya. Salah satu penyebab keberhasilan tersebut adalah dari laporan keuangan dan pengungkapan yang berhubungan mampu melaporkan dan mengorganisir informasi keuangan dalam bentuk yang bermanfaat dan handal.
Dari gambaran masalah akuntansi diatas,maka profesi akuntansi berupaya mengembangkan seperangkat standar yang dapat diterima umum dan dipraktekan secara universal. Karena tanpa standar-standar semacam ini setiap perusahaan akan membuat standar-standar mereka sendiri,dan pemakai laporan keuangan harus dapat memahami praktek-praktek akuntansi serta pelaporan unik dari setiap perusahaan,hal tersebut hampir tidak mungkin untuk membuat laporan keuangan yang dapat diperbandingkan.
Seperangkat standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip akuntansiyang diterima umum(generally accepted accounting principles-GAAP). Yang berarti bahwa sebuah badan pembuat aturan akuntansi yang berwenang telah menetapkan prinsip pelaporan dibidang tertentu ,atau bahwa dari waktu kewaktu suatu praktek tertentu telah dipandang tepat karena dapat diterapkan secara universal.
Mantan Sekretaris Treasury Lawrence Summer mengindikasikan bahwa satu-satunya inovasi paling penting yang membentuk pasar modal adalah gagasan mengenai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum,serta memerlukan prinsip akuntansi yang sama secara internasional. Informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya sangat diperlukan agar pasar modal dapat terus bertahan.
Saat ini terdapat dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional,yaitu GAAP.A.S dan International Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) yang bermarkas di London.
Perusahaan Amerika Serikat yang terdaftar di pasar saham negara lain masih diperbolehkan menggunakan GAAP.A.S . Sebaliknya perusahaan asing yang terdapat di pasar modal Amerika Serikat diwajibkan untuk merekonsiliasi informasi keuangannya dengan GAAP.A.S ,dengan alasan lebih ekstensif dan rinci dibandingkan dengan standar IASB.
Adapun negara yang menggunakan IFRS sudah berjumlah 90 negara, dan Uni Eropa sekarang mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal Eropa (lebih dari 7000 perusahaan untuk menggunakan IFRS.
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) merupakan kumpulan dari standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan publik.
Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat IASB melakukan percepatan harmonisasi Standar Akuntansi Internasional khususnya IFRS yang dibuat oleh IASB dan FASB (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat).
IFRS mempunyai beberapa tujuan yang memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi seperti:
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan (comparable) sepanjang periode yang disajikan
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Dengan mengadopsi IFRS, suatu bisnis dapat menyajikan laporan keuangan dengan dasar yang sama sebagai pesaing asing, membuat perbandingan lebih mudah. Selain itu, perusahaan dengan anak perusahaan di negara-negara yang memerlukan atau mengizinkan IFRS mungkin dapat menggunakan salah satu bahasa akuntansi perusahaan-lebar.
Perusahaan-perusahaan juga mungkin perlu mengkonversi ke IFRS jika mereka adalah anak perusahaan dari sebuah perusahaan asing yang harus menggunakan IFRS, atau jika mereka memiliki investor asing yang harus menggunakan IFRS. Perusahaan juga dapat merasakan manfaat dengan menggunakan IFRS jika mereka ingin meningkatkan modal di luar negeri.
Walaupun sebuah keyakinan oleh beberapa keniscayaan penerimaan global IFRS, yang lain percaya bahwa US GAAP adalah standar emas dan bahwa sesuatu akan hilang dengan penerimaan penuh IFRS. Selanjutnya, emiten AS tertentu tanpa pelanggan atau operasi yang signifikan di luar Amerika Serikat IFRS mungkin menolak karena mereka tidak memiliki pasar IFRS insentif untuk menyiapkan laporan keuangan.
Perbedaan terbesar antara GAAP A.S dan IFRS adalah bahwa keseluruhan menyediakan informasi kurang detail. Panduan tentang pengakuan pendapatan, misalnya, secara signifikan lebih kecil dari GAAP luas dan IFRS juga mengandung relatif sedikit instruksi spesifik industri
Selain itu,perbedaan spesifik dikarenakan proyek yang sudah berjalan lama konvergensi antara IASB dan FASB, sejauh mana perbedaan spesifik antara IFRS dan GAAP telah mengecil. Namun perbedaan yang signifikan salah satu dari yang dapat menghasilkan hasil yang dilaporkan sangat berbeda, tergantung pada perusahaan industri dan individu fakta-fakta serta keadaan.
Misalnya:
• IFRS tidak mengizinkan Last In, First Out (LIFO).
  • IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk write-downs kerusakan daripada langkah kedua metode yang digunakan dalam US GAAP, membuat write-downs lebih mungkin.
  • IFRS memiliki batas probabilitas yang berbeda dan pengukuran objektif untuk kemungkinan.
  • IFRS tidak mengizinkan utang untuk pelanggaran perjanjian yang telah terjadi harus diklasifikasikan sebagai non-arus pengabaian kecuali kreditur diperoleh sebelum tanggal neraca.

Saat ini pembuatan dari SAK (Standar Akuntansi Keuangan) mengacu pada FASB (Financial Accounting Standads Board) yang berada di Amerika Serikat, Sedangkan pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar Akuntansi di seluruh dunia, yaitu menggunakan standar akuntansi IFRS(International Financial Reporting Standar).
Mau tidak mau seluruh negara termasuk Indonesia harus mengikuti perubahan yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang digunakan dengan standar akuntansi dunia. Oleh sebab itu, peran dari I.A.I sangat dibutuhkan setipa perusahaan dan pemerintah untuk melakukan perubahan standar akuntansi di Indonesia.
Pengadopsian Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) dibanyak negara, mengikuti pola yang berbeda tanpa memperlihatkan apakah negara tersebut mengikuti Code Law atau Anglo-Saxon Accounting. Untuk negara tertentu, seperti Inggris pengaruh IFRS tidak terlalu besar, namun untuk negara lain, akan terjadi perubahan yang sangat besar.

Adopsi penuh standar akuntansi internasional adalah mengadopsi standar akuntansi internasional secara penuh tanpa adanya perubahan-perubahan untuk diterapkan di suatu negara. Adopsi dan implementasi standar akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi International Financial Reporting Standard (IFRS) bukanlah suatu yang mudah, beberapa permasalahan akan dihadapi oleh tiap negara.

Sumber :
http://inovarizka.wordpress.com/2009/07/02/ifrs

PENILAIAN PRESTASI KERJA


  • Arti dan Pentingnya Penilaian Prestasi Kerja
Prestasi kerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Penilaian prestasi kerja merupakan sebuah proses formal untuk melakukan peninjauan ulang dan evaluasi prestasi kerja seseorang secara periodik. Proses penilaian prestasi terdiri dari identifikasi, observasi, pengukuran, dan pengembangan hasil kerja karyawan dalam sebuah organisasi
  • Tujuan Penilaian Prestasi Kerja
Perusahaan maupun organisasi menggunakan penilaian prestasi kerja bagi para karyawan atau individu mempunyai maksud sebagai langkah administratif dan pengembangan.
Secara administratif, perusahaan atau organisasi dapat menjadikan penilaian prestasi kerja sebagai acuan atau standar di dalam membuat keputusan yang berkenaan dengan kondisi pekerjaan karyawan, termasuk untuk promosi pada jenjang karir yang lebih tinggi, pemberhentian, dan penghargaan atau penggajian.
Sedangkan untuk pengembangannya adalah cara untuk memotivasi dan meningkatkan keterampilan kerja, termasuk pemberian konselingpada perilaku karyawan dan menindak-lanjuti dengan pengadaan training
  • Obyek Penilaian Prestasi Kerja
  • Hasil kerja individu (Jika mengutamakan hasil akhir, maka pihak manajemen melakukan penilaian prestasi kerja dengan obyek hasil kerja individu. Biasanya berlaku pada bagian produksi dengan indikator penilaian output yang dihasilkan, sisa dan biaya per-unit yang dikeluarkan).
  • Perilaku (Untuk tugas yang bersifat instrinsik, misalnya sekretaris atau manajer, maka penilaian prestasi kerja ditekankan pada penilaian terhadap perilaku, seperti ketepatan waktu memberikan laporan, kesesuaian gaya kepemimpinan, efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, tingkat absensi).
  • Sifat (Merupakan obyek penilaian yang dianggap paling lemah dari kriteria penilaian prestasi kerja, karena sulit diukur atau tidak dapat dihubungkan dengan hasil tugas yang positif, seperti sikap yang baik, rasa percaya diri, dapat diandalkan, mampu bekerja sama).
    • Metode Penilaian Prestasi Kerja
  • Rating Scales (Skala Rating)
  • Critical Incidents (Insiden-insiden Kritis)
  • Essay
  • Work Standards (standar kerja)
  • Ranking
  • Behaviorally Anchored Scales
    • Kegunaan Penilaian Prestasi Kerja
  • Perbaikan Prestasi Kerja
  • Penyesuaian-Penyesuaian Kompensasi
  • Keputusan-Keputusan Penempatan
  • Kebutuhan-Kebutuhan Latihan dan Pengembangan
  • Perencanaan dan Pengembangan Karier
  • Penyimpangan-Penyimpangan Proses Staffing
  • Ketidak-akuratan Informasional
  • Kesalahan-Kesalahan Desain Pekejaan
  • Kesempatan Kerja yang Adil
  • Tantangan-Tantangan Eksternal
    • Masalah Dalam Penilaian Prestasi Kerja
  • Hallo Effect : Kesalahan akibat pengaruh aspek tertentu dalam prestasi kerja
    terhadap aspek lain yang berhubungan.
  • Error Of Central Tendency : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan penilaian terhadap setiap orang secara rata-rata (sedang).
  • Leniency Bias : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan
    penilaian yang lebih tinggi dari kenyataan.
  • Strictness Bias : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan
    penilaian yang lebih rendah dari kenyataan.
  • Cross-Cultural Biases : Kesalahan yang diakibatkan oleh perbedaan nilai dan budaya antara penilai dengan karyawan yang dinilai.
  • Personal Prejudice : Kesalahan yang diakibatkan pengaruh perasaan seorang penilai dalam memandang karyawan yang dinilai, seperti perasaan suka- tidak suka.
  • Recency Effect : Kesalahan yang diakibatkan pengaruh kuat dari kejadiankejadian yang baru saja terjadi.
    • Daftar Penilaian Prestasi Kerja
Unsur yang perlu dinilai dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan, antara lain adalah prestasi kerja, rasa tanggung jawab, kesetiaan, prakarsa, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan. Ukuran yang digunakan dalam menentukan daftar urut kepangkatan adalah ketuaan (senioritas) dalam pangkat, jabatan, pendidikan/latihan jabatan, masa kerja dan umur.
  • Tips-Tips Dalam Melaksanakan Penilaian Prestasi
  • System penilaian prestasi sesuai dengan kebutuhan organisasi
  • Faktor-faktor yang dinilai objektif dan konkrit
  • Sistemnya mudah digunakan
  • Hasil penilaian digunakan dalam pengambilan keputusan
  • Sistemnya memungkinkan dilakukannya proses peninjauan ulang
  • Dapat dilaksanakan dengan ekonomis
  • Hasil penilaiannya didokumentasikan
  • Penilai terlatih dan berkualitas
  • Sistemnya mencakup monitoring dan evaluasi
  • Manajer puncak dengan jelas memberikan dukungannya terhadap system
    • Prinsip-Prinsip Penilaian
  • Penilaian prestasi akan memuaskan pihak yang dinilai apabila terasa adil. Keadilan ditempat kerja termasuk di dalam penilaian prestasi ada dua macam, yaitu keadilan distributive dan keadilan procedural.
    • Kesimpulan
  • Penilaian prestasi dilakukan untuk memperoleh informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatam manager sumber daya manusia (SDM) yang lain seperti perencanaan SDM , penarikan dan seleksi , pengembangan SDM, perencanaan dan pengembangan karir , program-program kompensasi, promosi, demosi, pensiun, dan pemecatan
    • Saran
Diharapkan dari adanya penilaian prestasi kerja dapat memotivasi karyawan menjadi lebih baik lagi dalam melaksanakan pekerjaannya untuk meningkatkan kualitas kerja dan mendapatkan sebuah penghargaan atas pencapaiannya.

BANK INDONESIA


Undang-undang No. 13 tahun 1968 meningkatkan taraf hidup rakyat
Undang-undang No. 23 tahun 1999 (UU-BI) Independen BI, kestabilan rupiah

Single Objective BI: kestabilan rupiah kestabilan nilai rupiah terhadap barang & jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Tugas BI:
  1. Menetapkan & melaksanakan kebijakan moneter
Wewenang:
  1. Menetapkan sasaran – sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya
  2. Melakukan pengendalian moneter, dengan pokok-pokok ketentuan:
  • Tata cara pelaksanaan operasi pasar terbuka di pasar uang rupiah
  • Tata cara pelaksanaan intervensi valas dalam rangka stabilisasi rupiah
  • Instrumen yang digunakan dalam operasi pasar terbuka
  • Tata cara penetapan tingkat diskonto
  • Penetapan jenis & besaran cadangan wajib minimum bagi bank, baik dalam mata uang rupiah maupun valas
  • Penetapan sanksi administrasi terhadap pelanggaran cadangan wajib minimum
  • Pembatasan kredit atau pembiayaan termasuk segala bentuk fasilitas pinjaman dana melalui pasar rupiah dan valas
  1. Meningkatkan efektivitas pengendalian moneter dengan lebih memaksimalkan fungsi BI sebagai lender of the last resort (pasal 11) yang memungkinkan BI membantu kesulitan pendanaan jangka pendek yang dihadapi bank, karena adanya mish match yang disebabkan oleh risiko kredit atau risiko pembayaran berdasarkan syariah, risiko manajemen, risiko pasar, dll max 90 hari.
  2. Melaksanakan kebijakan nilai tukar
    • Dalam sistem nilai tukar tetap berupa devaluasi atau revaluasi terhadap mata uang asing
    • Dalam sistem nilai tukar mengambang berupa intervensi pasar
    • Dalam sistem nilai tukar mengambang terkendali berupa penetapan nilai tukar harian serta pita intervensi
      1. Kewenangan dalam mengelola cadangan devisa
Cadangan devisa Negara yang dikuasai oleh BI, yang tercatat pada sisi aktiva neraca BI, al berupa: emas, uang kertas asing, & tagihan lainnya dalam valas kepada pihak luar negeri yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran luar negeri.
3 asas dalam mengelola devisa: liquidity, sequrity, profitability

  1. Mengatur & menjaga kelancaran sistem pembayaran
    1. Memberikan persetujuan & izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran
    2. Mewajibkan penyelenggara jasa pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya
    3. Menetapkan alat pembayaran
    4. pengaturan & penyelenggaraan kliring serta penyelesaian akhir transaksi antar bank
    5. Mengeluarkan & mengedarkan uang

  1. Mengatur & mengawasi bank
  1. Menetapkan prinsip kehati-hatian
    • Memberikan & mencabut izin atas kelembagaan & kegiatan usaha ttt bank
    • Melaksanakan pengawasan bank
    • Mengenakan sanksi


MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA


Faktor ekonomi merupakan hal yang sangat erat dengan berbagi persoalan terutama bagi sebagian besar masyarakat kurang mampu yang berada dalam garis kemiskinan sehingga menjalani kehidupan yang tidak layak.
Di Indonesia, banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena semakin naiknya berbagai macam harga,mulai dari kebutuhan pokok (harga sembako) sampai bahan bakar minyak .
Kemiskinan merupakan hal yang sangat kompleks di Indonesia pada khususnya, karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.
Kemiskinan itu sendiri ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan.
Kondisi yang menyebabkan kemiskinan, yaitu:
  1. Kemiskinan alamiah. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, dan bencana alam.
  2. Kemiskinan buatan. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin.
Bila kedua faktor penyebab kemiskinan tersebut dihubungkan dengan masalah mutu pangan, kesehatan, dan pendidikan maka dapat disimpulkan beberapa faktor penyebab kemiskinan antara lain:
  • Kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara layak misalnya puskesmas, sekolah, tanah yang dapat dikelola untuk bertani.
  • Kurangnya dukungan pemerintah sehingga keluarga miskin tidak dapat menjalani dan mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak dikarenakan biaya yang tinggi
  • Rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang mencapai haknya karena mereka kurang mendapat pengetahuan mengenai pentingnya memliki pendidikan tinggi dan kesehatan yang baik.
  • Kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan keahlian agar masyarakat miskin dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak.
  • Wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga sulit bagi pemerintah untuk menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama.
Kebijakan penanggulangan kemiskinan pada tahun 2007 diarahkan pada :
  1. Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Kekurangan Pangan, meliputi:
  • Perbaikan gizi masyarakat dengan kegiatan prioritas: penanggulangan kurang energi protein, anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium, kurang vitamin A, dan zat gizi mikro lainnya pada rumah tangga miskin.
  • Peningkatan ketahanan pangan dengan kegiatan prioritas: penyaluran beras bersubsidi untuk keluarga miskin
  1. Perluasan kesempatan masyarakat miskin atas pendidikan, meliputi kegiatan prioritas sebagai berikut :
  • Penyediaan bantuan operasional sekolah untuk SD, SMP, Pesantren Salafiyah, dan satuan pendidikan non Islam setara SD dan SMP.
  • Beasiswa siswa miskin jenjang SMA.
  • Pengembangan pendidikan untuk dapat membaca
  1. Perluasan kesempatan masyarakat miskin atas kesehatan, meliputi kegiatan prioritas sebagai berikut :
  • Pelayanan kesehatan penduduk miskin di Puskesmas
  • Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III rumah sakit.
  • Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar terutama di daerah perbatasan, terpencil, tertinggal, dan kepulauan.
  • Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan terutama untuk penanganan penyakit menular dan berpotensi wabah, pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi buruk dan pelayanan ke gawat darurat.
  • Pelatihan teknis bidan dan tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat kematian pada kelahiran.
  1. Perluasan Kesempatan Berusaha, meliputi peningkatan dukungan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan berbagai kegiatan pokok seperti:
  • Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah rumah tangga miskin.
  • Penasehat penataan hak kepemilikan dan sertifikasi lahan petani.
  • Penyediaan sarana dan prasarana untuk usaha.
  • Pelatihan ketrampilan untuk menjalankan usaha.
  • Peningkatan pelayanan koperasi sebagai modal usaha


D

AFTAR PUSTAKA





Asset and Liability Management (ALMA)

  • Pengertian ALMA
Alma merupakan suatu usaha dalam pengelolaan neraca perbankan untuk mengoptimumkan struktur neraca bank sedemikian rupa sehingga diperoleh laba maksimal dan sekaligus membatasi resiko sekecil mungkin
Neraca adalah laporan atas kekayaan dan kewajiban serta modal yang dimiliki oleh bank dalam jangka waktu tertentu
Proses planning, organizing, actuating dan controlling untuk mendapatkan penetapan kebijaksanaan di bidang pengelolaan : permodalan, pemupukan dana dan penggunaan dana.
  • Struktur Neraca Bank
Asset (Aktiva)
Liability (Kewajiban)
Cash reserve
Saving time deposits current account
Securities and call money
Securities and call money
Loan
Income
Fixed assets
Expense
Other assets
Other capital

  • Skema Neraca Bank secara sederhana

Harta
Utang dan Modal
Pinjaman
Harta Lain
Tabungan
Utang lain dan Ekuitas
Jumlah Harta
Jumlah Utang dan Modal

  • Tahap Umum dan Khusus
Pengelompokkan pengelolaan Aktiva dan Pasiva secara garis besar
  • manajemen asset
  • manajemen liabilitas
  • manajemen modal
Pengelompokkan pengelolaan Aktiva lebih rinci:
  • manajemen aktiva posisi cadangan
  • manajemen likuiditas
  • manajemen investasi
  • manajemen pinjaman/pembiayaan
  • manajemen aktiva tetap
  • manajemen pasiva posisi cadangan
  • manajemen pinjaman
  • manajemen utang jangka panjang
  • manajemen modal
    • Kategori Resiko dalam Alma
  • Resiko di bidang kredit
  • Resiko di bidang likuiditas (bank tidak dapat membayar kewajiban pada waktunya)
  • Resiko di bidang tingkat suku bunga(Resiko akibat perubahan suku bunga)
  • Resiko di bidang nilai tukar valuta asing(kerugian akibatperubahan kurs)
  • Resiko di bidang kontinjen(resiko akibat transaksi kontijen)
    • Kerangka Proses Alma
  • Ada penetapan kebijakan & strategi Alma oleh organisasi yang berwenang
  • Ada tujuan/arah bagi manajemen dan tugas pelaksana
  • Ada pengumpulan data internal/eksternal
  • Ada analisis menguji alternatif strategi
  • Ada manajemen likuiditas
  • Ada manajemen gap
  • Ada manajemen valuta asing
  • Ada manajemen pricing
    • Organisasi Alma
  • Asset Liability Committee (ALCO)
  • Terdiri dari pimpinan unit kerja operasional dan unit kerja yang berhubungan dengan tugas Alma,dan bertanggung jawab menetapkan tujuan, membuat keputusan Alma, memantau kegiatan dan menelaah hasil kebijakan Alma
  • ALCO Support Group (ASG)
  • Terdiri dari sekelompok manajer/staf profesionalyang bertugas membantu ALCO,dan bertanggung jawab mengumpulkan data internal dan eksternal, menyusun analisis, mengembangkan strategi dan skenario, membuat laporan, mengajukan saran-saran untuk rapat ALCO dan memantau pelaksanaannya.
    • Fungsi-Fungsi Alma
  • Manajemen Likuiditaskemampuan manajemen bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi semua kewajiban-kewajiban maupun komitmen yang telah dikeluarkan kepada nasabahnya setiap saat
  • Pengelolaan likuiditas tersebut dilakukan untuk memenuhi pekerjaan-pekerjaan seperti :Kemampuan untuk memprediksi kebutuhan dana di masa yang akan datang ,Mencari sumber dana untuk mencukupi jumlah yang dibutuhkan, Melakukan penatausahaan untuk arus dana yang masuk dan keluar
  • Selanjutnya ada resiko dalam pengelolaan likuiditas bank
1. Resiko pendanaan (funding risk)
2. Resiko bunga (interest risk)
  • Manajemen GAP(Mismatch)
  • Upaya-upaya untuk mengelola dan mengendalikan kesenjangan (GAP) antara asset dan liabities pada suatu periode yang sama, meliputi kesenjangan dalam hal jumlah dana, suku bunga, saat jatuh tempo (maturity) atau perpaduan antara ketiganya (kesenjangan tercampur atau mix match).
  • Atau dengan kata lain menejemen GAP adalah upaya untuk mengatasi perbedaan (mismatch) antara asset sensitif terhadap bunga (Rate Sensitive Assets /RSA) dan pasiva yang sensitive terhadap bunga (Rate Sensitive Liabilities/RSL).
    • Strategi managemen GAP
  • Mengelola interest rate : Interest rate management yaitu suatu kegiatan untuk menata interest rate secara simultan antara sisi aset maupun liabilities sehingga dapat diperkecil dampak negatif perubahan suku bunga, dengan memperhatikan :
    • Jangka waktu,
    • Repricing
    • Interest rate dan
    • Acceleration of change
      • Manajemen Valuta Asing
  • Suatu kegiatan membeli atau menjual mata uang suatu Negara. Kegiatan jual beli valuta asing membentuk suatu pasar yang disebut dengan pasar valas.
  • Pasar valas dapat dikatakan sebagai transaksi jual beli melalui jaringan komunikasi antara bank-bank, brokers atau deler di seluruh dunia yang dilakukan di ruangan masing-masing bank yang telah dilengkapi dengan jaringan komunikasi.
  • Secara garis besar tindakan manajemen valas dapat berupa :
  • Pengendalian kesejahteraan mata uang asing.
  • Pengendalian keuntungan netto dari nilai tukar.

    • Instrumen Valas
  • Transaksi SPOT : transaksi valas secara tunai di mana penyerahan valutanya dilakukan 2 hari setelah tanggal transaksi dengan nilai tukar yg sudah disepakati.
  • Transaksi FORWARD : transaksi valas secara berjangka dimana penyerahan valutanya dilakukan pada suatu tanggal tertentu di kemudian hari.
  • Transaksi SWAP : pertukaran dua valuta asing yg berbeda melalui penjualan secara tunai & pembelian kembali secara berjangka
    • Manajemen pricing
  • Suatu kegiatan manajemen untuk menentukan tingkat suku bunga dari produk-produk yang ditawarkan bank, baik disisi aset maupun liabilities. Tujuan utama dari manejemen princing tersebut adalah untuk mendukung strategi dan taktis ALMA bank dalam mencapai tujuan-tujuan operasional lainnya dan mencapai tujuan penghasilan bank.
  • Faktor penetapan interest rate : Kelompok pinjaman dan kelompok simpanan