|
Tabel
Data
Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2010
(dalam miliar
rupiah)
|
|||
|
Uraian
|
APBN
|
RAPBN-P
|
Selisih Terhadap
APBN
|
1).
PENERIMAAN PERPAJAKAN
a.
Pajak Dalam Negeri
b.
Pajak Perdagangan Internasional
2).
PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
a.
Penerimaan SDA
1).
SDA Migas
2).
NonMigas
b.
Bagian Laba BUMN
c.
PNBP Lainnya
d.
Pendapatan BLU
II.
HIBAH
1).
Belanja K/L
2).
Belanja
Non K/L
a.
Dana Bagi Hasil
b.
Dana Alokasi Umum
c.
Dana
Alokasi Khusus
2.
Dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian
3.
Hibah ke daerah
|
949.656,1
948.149,3
742.738,0
715.534,5
27.203,5
205.411,3
132.030,2
120.529,8
11.500,5
24.000,0
39.894,2
9.486,9
1.506,8
1.047.666,0
725.243,0
340.149,2
385.093,8
115.594,6
77.436,8
38.157,8
157.820,3
106.526,7
51.293,6
30.714,9
322.423,0
306.023,4
81.404,8
203.485,2
21.133,4
16.399,6
0,0
|
974.819,7
973.161,7
733.238,0
710.313,6
22.924,4
239.923,6
160.512,7
149.012,2
11.500,5
28.000,0
41.924,1
9.486,9
1.658,0
1.104.636,6
770.368,2
355.583,2
414.785,1
112.452,8
74.126,7
38.326,1
199.336,5
143.793,7
55.542,7
29.472,7
334.268,3
310.525,5
85.906,9
203.485,2
21.133,4
16.399,6
7.343,2
|
25.163,6
25.012,3
(9.500,0)
(5.221,0)
(4.279,1)
34.512,3
28.482,5
28.482,5
0,0
4.000,0
2.029,9
0,0
151,3
56.970,5
45.125,2
15.434,0
29.691,2
(3.141,9)
(3.310,1)
168,3
41.516,1
37.267,0
4.249,1
(1.242,3)
11.845,3
4.502,1
4.502,1
0,0
0,0
0,0
7.343,2
|
Minggu, 04 November 2012
APBN 2010
STANDAR AKUNTANSI
IFRS
Akhir-akhir
ini banyak permasalahan yang muncul terkait dengan masalah akuntansi.
Salah satu contohnya suatu perusahaan mengalami ketidakberesan
akuntansi yang mengakibatkan pasar saham terpukul karena kutukan
akuntansi yang tersebar setelah kasus Enron,selain itu Nortel
memaparkan kesalahan akuntansi yang besar serta kutukan akuntansi di
AIG telah memakan korban saham perusahaan tersebut.
Hal
tersebut membuktikan bahwa semakin jelas investor harus mempercayai
angka-angka akuntansi atau mereka akan meninggalkan pasar dan
mengalokasikan dananya ketempat lain.
Dengan
kepastian yang dirasakan investor,biaya modal bagi
perusahaan-perusahaan yang membutuhkan sumber tambahan akan
meningkat. Oleh karena itu diperlukan informasi keuangan yang relevan
dan dapat dipercaya,guna menungkatkan pasar yang efisien.
Pelaporan
keuangan dalam hal ini menjadi salah satu bagian terpenting, seperti
pelaporan keuangan di Amerika Serikat yang sangat dipercaya karena
memiliki pasar modal publik yang paling likuid,dalam,aman,dan efisien
dibandingkan dengan negara manapun sepanjang sejarahnya. Salah satu
penyebab keberhasilan tersebut adalah dari laporan keuangan dan
pengungkapan yang berhubungan mampu melaporkan dan mengorganisir
informasi keuangan dalam bentuk yang bermanfaat dan handal.
Dari
gambaran masalah akuntansi diatas,maka profesi akuntansi berupaya
mengembangkan seperangkat standar yang dapat diterima umum dan
dipraktekan secara universal. Karena tanpa standar-standar semacam
ini setiap perusahaan akan membuat standar-standar mereka sendiri,dan
pemakai laporan keuangan harus dapat memahami praktek-praktek
akuntansi serta pelaporan unik dari setiap perusahaan,hal tersebut
hampir tidak mungkin untuk membuat laporan keuangan yang dapat
diperbandingkan.
Seperangkat
standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip
akuntansiyang diterima umum(generally
accepted accounting principles-GAAP).
Yang berarti bahwa sebuah badan pembuat aturan akuntansi yang
berwenang telah menetapkan prinsip pelaporan dibidang tertentu ,atau
bahwa dari waktu kewaktu suatu praktek tertentu telah dipandang tepat
karena dapat diterapkan secara universal.
Mantan
Sekretaris Treasury Lawrence Summer mengindikasikan bahwa
satu-satunya inovasi paling penting yang membentuk pasar modal adalah
gagasan mengenai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum,serta
memerlukan prinsip akuntansi yang sama secara internasional.
Informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya sangat diperlukan
agar pasar modal dapat terus bertahan.
Saat
ini terdapat dua standar yang diterima untuk digunakan secara
internasional,yaitu GAAP.A.S
dan International Financial Report
Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh
International Accounting Standards Board (IASB) yang bermarkas di
London.
Perusahaan
Amerika Serikat yang terdaftar di pasar saham negara lain masih
diperbolehkan menggunakan GAAP.A.S . Sebaliknya perusahaan asing yang
terdapat di pasar modal Amerika Serikat diwajibkan untuk
merekonsiliasi informasi keuangannya dengan GAAP.A.S ,dengan alasan
lebih ekstensif dan rinci dibandingkan dengan standar IASB.
Adapun
negara yang menggunakan IFRS sudah berjumlah 90 negara, dan Uni Eropa
sekarang mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal
Eropa (lebih dari 7000 perusahaan untuk menggunakan IFRS.
Standar
Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) merupakan kumpulan dari
standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi
Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan
laporan keuangan perusahaan publik.
Upaya
untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka
panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat
IASB melakukan percepatan harmonisasi Standar Akuntansi Internasional
khususnya IFRS yang dibuat oleh IASB dan FASB (Badan Pembuat Standar
Akuntansi di Amerika Serikat).
IFRS mempunyai beberapa
tujuan yang memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan
interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan
keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi seperti:
1. Transparan bagi para
pengguna dan dapat dibandingkan (comparable)
sepanjang periode yang disajikan
2. Menyediakan titik
awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan
dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Dengan
mengadopsi IFRS, suatu bisnis dapat menyajikan laporan keuangan
dengan dasar yang sama sebagai pesaing asing, membuat perbandingan
lebih mudah. Selain itu, perusahaan dengan anak perusahaan di
negara-negara yang memerlukan atau mengizinkan IFRS mungkin dapat
menggunakan salah satu bahasa akuntansi perusahaan-lebar.
Perusahaan-perusahaan
juga mungkin perlu mengkonversi ke IFRS jika mereka adalah anak
perusahaan dari sebuah perusahaan asing yang harus menggunakan IFRS,
atau jika mereka memiliki investor asing yang harus menggunakan IFRS.
Perusahaan juga dapat merasakan manfaat
dengan menggunakan IFRS jika mereka ingin meningkatkan modal di luar
negeri.
Walaupun
sebuah keyakinan oleh beberapa keniscayaan penerimaan global IFRS,
yang lain percaya bahwa US GAAP adalah standar emas dan bahwa sesuatu
akan hilang dengan penerimaan penuh IFRS. Selanjutnya, emiten AS
tertentu tanpa pelanggan atau operasi yang signifikan di luar Amerika
Serikat IFRS mungkin menolak karena mereka tidak memiliki pasar IFRS
insentif untuk menyiapkan laporan keuangan.
Perbedaan
terbesar antara GAAP A.S dan IFRS adalah
bahwa keseluruhan menyediakan informasi kurang detail. Panduan
tentang pengakuan pendapatan, misalnya, secara signifikan lebih kecil
dari GAAP luas dan IFRS juga mengandung relatif sedikit instruksi
spesifik industri
Selain
itu,perbedaan spesifik dikarenakan proyek yang sudah berjalan lama
konvergensi antara IASB dan FASB, sejauh mana perbedaan spesifik
antara IFRS dan GAAP telah mengecil. Namun perbedaan yang signifikan
salah satu dari yang dapat menghasilkan hasil yang dilaporkan sangat
berbeda, tergantung pada perusahaan industri dan individu fakta-fakta
serta keadaan.
Misalnya:
• IFRS tidak mengizinkan Last In, First Out (LIFO).
• IFRS tidak mengizinkan Last In, First Out (LIFO).
- IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk write-downs kerusakan daripada langkah kedua metode yang digunakan dalam US GAAP, membuat write-downs lebih mungkin.
- IFRS memiliki batas probabilitas yang berbeda dan pengukuran objektif untuk kemungkinan.
- IFRS tidak mengizinkan utang untuk pelanggaran perjanjian yang telah terjadi harus diklasifikasikan sebagai non-arus pengabaian kecuali kreditur diperoleh sebelum tanggal neraca.
Saat
ini pembuatan dari SAK (Standar Akuntansi Keuangan) mengacu pada FASB
(Financial Accounting Standads Board) yang berada di Amerika Serikat,
Sedangkan pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar
Akuntansi di seluruh dunia, yaitu menggunakan standar akuntansi
IFRS(International Financial Reporting Standar).
Mau
tidak mau seluruh negara termasuk Indonesia harus mengikuti perubahan
yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang
digunakan dengan standar akuntansi dunia. Oleh
sebab itu, peran dari I.A.I sangat dibutuhkan setipa perusahaan dan
pemerintah untuk melakukan perubahan standar akuntansi di Indonesia.
Pengadopsian
Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) dibanyak negara,
mengikuti pola yang berbeda tanpa memperlihatkan apakah negara
tersebut mengikuti Code Law atau Anglo-Saxon Accounting. Untuk negara
tertentu, seperti Inggris pengaruh IFRS tidak terlalu besar, namun
untuk negara lain, akan terjadi perubahan yang sangat besar.
Adopsi
penuh standar akuntansi internasional adalah mengadopsi standar
akuntansi internasional secara penuh tanpa adanya perubahan-perubahan
untuk diterapkan di suatu negara. Adopsi dan implementasi standar
akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi International
Financial Reporting Standard (IFRS) bukanlah suatu yang mudah,
beberapa permasalahan akan dihadapi oleh tiap negara.
Sumber
:
http://inovarizka.wordpress.com/2009/07/02/ifrs
PENILAIAN PRESTASI KERJA
- Arti dan Pentingnya Penilaian Prestasi Kerja
Prestasi kerja dapat
diartikan sebagai hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang
berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Penilaian prestasi kerja
merupakan sebuah proses formal untuk melakukan peninjauan ulang dan
evaluasi prestasi kerja seseorang secara periodik. Proses penilaian
prestasi terdiri dari identifikasi, observasi, pengukuran, dan
pengembangan hasil kerja karyawan dalam sebuah organisasi
- Tujuan Penilaian Prestasi Kerja
Perusahaan maupun
organisasi menggunakan penilaian prestasi kerja bagi para karyawan
atau individu mempunyai maksud sebagai langkah administratif dan
pengembangan.
Secara
administratif, perusahaan atau organisasi dapat menjadikan penilaian
prestasi kerja sebagai acuan atau standar di dalam membuat keputusan
yang berkenaan dengan kondisi pekerjaan karyawan, termasuk untuk
promosi pada jenjang karir yang lebih tinggi, pemberhentian, dan
penghargaan atau penggajian.
Sedangkan
untuk pengembangannya adalah cara untuk memotivasi dan meningkatkan
keterampilan kerja, termasuk pemberian konselingpada perilaku
karyawan dan menindak-lanjuti dengan pengadaan training
- Obyek Penilaian Prestasi Kerja
- Hasil kerja individu (Jika mengutamakan hasil akhir, maka pihak manajemen melakukan penilaian prestasi kerja dengan obyek hasil kerja individu. Biasanya berlaku pada bagian produksi dengan indikator penilaian output yang dihasilkan, sisa dan biaya per-unit yang dikeluarkan).
- Perilaku (Untuk tugas yang bersifat instrinsik, misalnya sekretaris atau manajer, maka penilaian prestasi kerja ditekankan pada penilaian terhadap perilaku, seperti ketepatan waktu memberikan laporan, kesesuaian gaya kepemimpinan, efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, tingkat absensi).
- Sifat (Merupakan obyek penilaian yang dianggap paling lemah dari kriteria penilaian prestasi kerja, karena sulit diukur atau tidak dapat dihubungkan dengan hasil tugas yang positif, seperti sikap yang baik, rasa percaya diri, dapat diandalkan, mampu bekerja sama).
- Metode Penilaian Prestasi Kerja
- Rating Scales (Skala Rating)
- Critical Incidents (Insiden-insiden Kritis)
- Essay
- Work Standards (standar kerja)
- Ranking
- Behaviorally Anchored Scales
- Kegunaan Penilaian Prestasi Kerja
- Perbaikan Prestasi Kerja
- Penyesuaian-Penyesuaian Kompensasi
- Keputusan-Keputusan Penempatan
- Kebutuhan-Kebutuhan Latihan dan Pengembangan
- Perencanaan dan Pengembangan Karier
- Penyimpangan-Penyimpangan Proses Staffing
- Ketidak-akuratan Informasional
- Kesalahan-Kesalahan Desain Pekejaan
- Kesempatan Kerja yang Adil
- Tantangan-Tantangan Eksternal
- Masalah Dalam Penilaian Prestasi Kerja
- Hallo Effect : Kesalahan akibat pengaruh aspek tertentu dalam prestasi kerja
terhadap aspek lain yang berhubungan. - Error Of Central Tendency : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan penilaian terhadap setiap orang secara rata-rata (sedang).
- Leniency Bias : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan
penilaian yang lebih tinggi dari kenyataan. - Strictness Bias : Kesalahan yang diakibatkan kecenderungan untuk melakukan
penilaian yang lebih rendah dari kenyataan. - Cross-Cultural Biases : Kesalahan yang diakibatkan oleh perbedaan nilai dan budaya antara penilai dengan karyawan yang dinilai.
- Personal Prejudice : Kesalahan yang diakibatkan pengaruh perasaan seorang penilai dalam memandang karyawan yang dinilai, seperti perasaan suka- tidak suka.
- Recency Effect : Kesalahan yang diakibatkan pengaruh kuat dari kejadiankejadian yang baru saja terjadi.
- Daftar Penilaian Prestasi Kerja
Unsur yang perlu
dinilai dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan, antara lain
adalah prestasi kerja, rasa tanggung jawab, kesetiaan, prakarsa,
disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan. Ukuran yang digunakan dalam
menentukan daftar urut kepangkatan adalah ketuaan (senioritas) dalam
pangkat, jabatan, pendidikan/latihan jabatan, masa kerja dan umur.
- Tips-Tips Dalam Melaksanakan Penilaian Prestasi
- System penilaian prestasi sesuai dengan kebutuhan organisasi
- Faktor-faktor yang dinilai objektif dan konkrit
- Sistemnya mudah digunakan
- Hasil penilaian digunakan dalam pengambilan keputusan
- Sistemnya memungkinkan dilakukannya proses peninjauan ulang
- Dapat dilaksanakan dengan ekonomis
- Hasil penilaiannya didokumentasikan
- Penilai terlatih dan berkualitas
- Sistemnya mencakup monitoring dan evaluasi
- Manajer puncak dengan jelas memberikan dukungannya terhadap system
- Prinsip-Prinsip Penilaian
- Penilaian prestasi akan memuaskan pihak yang dinilai apabila terasa adil. Keadilan ditempat kerja termasuk di dalam penilaian prestasi ada dua macam, yaitu keadilan distributive dan keadilan procedural.
- Kesimpulan
- Penilaian prestasi dilakukan untuk memperoleh informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatam manager sumber daya manusia (SDM) yang lain seperti perencanaan SDM , penarikan dan seleksi , pengembangan SDM, perencanaan dan pengembangan karir , program-program kompensasi, promosi, demosi, pensiun, dan pemecatan
- Saran
Diharapkan
dari adanya penilaian prestasi kerja dapat memotivasi karyawan
menjadi lebih baik lagi dalam melaksanakan pekerjaannya untuk
meningkatkan kualitas kerja dan mendapatkan sebuah penghargaan atas
pencapaiannya.
BANK INDONESIA
Undang-undang No. 23
tahun 1999 (UU-BI) Independen BI,
kestabilan rupiah
Single Objective BI:
kestabilan rupiah kestabilan nilai
rupiah terhadap barang & jasa yang tercermin dari perkembangan
laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Tugas BI:
- Menetapkan & melaksanakan kebijakan moneter
Wewenang:
- Menetapkan sasaran – sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya
- Melakukan pengendalian moneter, dengan pokok-pokok ketentuan:
- Tata cara pelaksanaan operasi pasar terbuka di pasar uang rupiah
- Tata cara pelaksanaan intervensi valas dalam rangka stabilisasi rupiah
- Instrumen yang digunakan dalam operasi pasar terbuka
- Tata cara penetapan tingkat diskonto
- Penetapan jenis & besaran cadangan wajib minimum bagi bank, baik dalam mata uang rupiah maupun valas
- Penetapan sanksi administrasi terhadap pelanggaran cadangan wajib minimum
- Pembatasan kredit atau pembiayaan termasuk segala bentuk fasilitas pinjaman dana melalui pasar rupiah dan valas
- Meningkatkan efektivitas pengendalian moneter dengan lebih memaksimalkan fungsi BI sebagai lender of the last resort (pasal 11) yang memungkinkan BI membantu kesulitan pendanaan jangka pendek yang dihadapi bank, karena adanya mish match yang disebabkan oleh risiko kredit atau risiko pembayaran berdasarkan syariah, risiko manajemen, risiko pasar, dll max 90 hari.
- Melaksanakan kebijakan nilai tukar
- Dalam sistem nilai tukar tetap berupa devaluasi atau revaluasi terhadap mata uang asing
- Dalam sistem nilai tukar mengambang berupa intervensi pasar
- Dalam sistem nilai tukar mengambang terkendali berupa penetapan nilai tukar harian serta pita intervensi
- Kewenangan dalam mengelola cadangan devisa
Cadangan
devisa Negara yang dikuasai oleh BI, yang tercatat pada sisi aktiva
neraca BI, al berupa: emas, uang kertas asing, & tagihan lainnya
dalam valas kepada pihak luar negeri yang dapat dipergunakan sebagai
alat pembayaran luar negeri.
3
asas dalam mengelola devisa: liquidity, sequrity, profitability
- Mengatur & menjaga kelancaran sistem pembayaran
- Memberikan persetujuan & izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran
- Mewajibkan penyelenggara jasa pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya
- Menetapkan alat pembayaran
- pengaturan & penyelenggaraan kliring serta penyelesaian akhir transaksi antar bank
- Mengeluarkan & mengedarkan uang
- Mengatur & mengawasi bank
- Menetapkan prinsip kehati-hatian
- Memberikan & mencabut izin atas kelembagaan & kegiatan usaha ttt bank
- Melaksanakan pengawasan bank
- Mengenakan sanksi
MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA
Faktor ekonomi merupakan hal yang sangat erat dengan berbagi persoalan terutama bagi sebagian besar masyarakat kurang mampu yang berada dalam garis kemiskinan sehingga menjalani kehidupan yang tidak layak.
Di
Indonesia, banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi karena
semakin naiknya berbagai macam harga,mulai dari kebutuhan pokok
(harga sembako) sampai bahan bakar minyak .
Kemiskinan merupakan
hal yang sangat kompleks di Indonesia pada khususnya, karena
menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya
pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.
Kemiskinan itu sendiri
ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup
penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan
rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu
layanan pendidikan.
Kondisi yang
menyebabkan kemiskinan, yaitu:
- Kemiskinan alamiah. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, dan bencana alam.
- Kemiskinan buatan. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin.
Bila kedua faktor
penyebab kemiskinan tersebut dihubungkan dengan masalah mutu pangan,
kesehatan, dan pendidikan maka dapat disimpulkan beberapa faktor
penyebab kemiskinan antara lain:
- Kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara layak misalnya puskesmas, sekolah, tanah yang dapat dikelola untuk bertani.
- Kurangnya dukungan pemerintah sehingga keluarga miskin tidak dapat menjalani dan mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak dikarenakan biaya yang tinggi
- Rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang mencapai haknya karena mereka kurang mendapat pengetahuan mengenai pentingnya memliki pendidikan tinggi dan kesehatan yang baik.
- Kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan keahlian agar masyarakat miskin dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak.
- Wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga sulit bagi pemerintah untuk menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama.
Kebijakan
penanggulangan kemiskinan pada tahun 2007 diarahkan pada :
- Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Kekurangan Pangan, meliputi:
- Perbaikan gizi masyarakat dengan kegiatan prioritas: penanggulangan kurang energi protein, anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium, kurang vitamin A, dan zat gizi mikro lainnya pada rumah tangga miskin.
- Peningkatan ketahanan pangan dengan kegiatan prioritas: penyaluran beras bersubsidi untuk keluarga miskin
- Perluasan kesempatan masyarakat miskin atas pendidikan, meliputi kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Penyediaan bantuan operasional sekolah untuk SD, SMP, Pesantren Salafiyah, dan satuan pendidikan non Islam setara SD dan SMP.
- Beasiswa siswa miskin jenjang SMA.
- Pengembangan pendidikan untuk dapat membaca
- Perluasan kesempatan masyarakat miskin atas kesehatan, meliputi kegiatan prioritas sebagai berikut :
- Pelayanan kesehatan penduduk miskin di Puskesmas
- Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin di kelas III rumah sakit.
- Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar terutama di daerah perbatasan, terpencil, tertinggal, dan kepulauan.
- Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan terutama untuk penanganan penyakit menular dan berpotensi wabah, pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi buruk dan pelayanan ke gawat darurat.
- Pelatihan teknis bidan dan tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat kematian pada kelahiran.
- Perluasan Kesempatan Berusaha, meliputi peningkatan dukungan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan berbagai kegiatan pokok seperti:
- Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah rumah tangga miskin.
- Penasehat penataan hak kepemilikan dan sertifikasi lahan petani.
- Penyediaan sarana dan prasarana untuk usaha.
- Pelatihan ketrampilan untuk menjalankan usaha.
- Peningkatan pelayanan koperasi sebagai modal usaha
D
Asset and Liability Management (ALMA)
- Pengertian ALMA
Alma merupakan suatu usaha
dalam pengelolaan neraca perbankan untuk mengoptimumkan struktur
neraca bank sedemikian rupa sehingga diperoleh laba maksimal dan
sekaligus membatasi resiko sekecil mungkin
Neraca adalah laporan atas
kekayaan dan kewajiban serta modal yang dimiliki oleh bank dalam
jangka waktu tertentu
Proses planning, organizing,
actuating dan controlling untuk mendapatkan penetapan kebijaksanaan
di bidang pengelolaan : permodalan, pemupukan dana dan penggunaan
dana.
- Struktur Neraca Bank
|
Asset
(Aktiva)
|
Liability
(Kewajiban)
|
|
Cash
reserve
|
Saving
time deposits current account
|
|
Securities
and call money
|
Securities
and call money
|
|
Loan
|
Income
|
|
Fixed
assets
|
Expense
|
|
Other
assets
|
Other
capital
|
- Skema Neraca Bank secara sederhana
|
Harta
|
Utang
dan Modal
|
|
Pinjaman
Harta
Lain
|
Tabungan
Utang
lain dan Ekuitas
|
|
Jumlah
Harta
|
Jumlah
Utang dan Modal
|
- Tahap Umum dan Khusus
Pengelompokkan
pengelolaan Aktiva dan Pasiva secara garis besar
- manajemen asset
- manajemen liabilitas
- manajemen modal
Pengelompokkan
pengelolaan Aktiva lebih rinci:
- manajemen aktiva posisi cadangan
- manajemen likuiditas
- manajemen investasi
- manajemen pinjaman/pembiayaan
- manajemen aktiva tetap
- manajemen pasiva posisi cadangan
- manajemen pinjaman
- manajemen utang jangka panjang
- manajemen modal
- Kategori Resiko dalam Alma
- Resiko di bidang kredit
- Resiko di bidang likuiditas (bank tidak dapat membayar kewajiban pada waktunya)
- Resiko di bidang tingkat suku bunga(Resiko akibat perubahan suku bunga)
- Resiko di bidang nilai tukar valuta asing(kerugian akibatperubahan kurs)
- Resiko di bidang kontinjen(resiko akibat transaksi kontijen)
- Kerangka Proses Alma
- Ada penetapan kebijakan & strategi Alma oleh organisasi yang berwenang
- Ada tujuan/arah bagi manajemen dan tugas pelaksana
- Ada pengumpulan data internal/eksternal
- Ada analisis menguji alternatif strategi
- Ada manajemen likuiditas
- Ada manajemen gap
- Ada manajemen valuta asing
- Ada manajemen pricing
- Organisasi Alma
- Asset Liability Committee (ALCO)
- Terdiri dari pimpinan unit kerja operasional dan unit kerja yang berhubungan dengan tugas Alma,dan bertanggung jawab menetapkan tujuan, membuat keputusan Alma, memantau kegiatan dan menelaah hasil kebijakan Alma
- ALCO Support Group (ASG)
- Terdiri dari sekelompok manajer/staf profesionalyang bertugas membantu ALCO,dan bertanggung jawab mengumpulkan data internal dan eksternal, menyusun analisis, mengembangkan strategi dan skenario, membuat laporan, mengajukan saran-saran untuk rapat ALCO dan memantau pelaksanaannya.
- Fungsi-Fungsi Alma
- Manajemen Likuiditas “kemampuan manajemen bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi semua kewajiban-kewajiban maupun komitmen yang telah dikeluarkan kepada nasabahnya setiap saat”
- Pengelolaan likuiditas tersebut dilakukan untuk memenuhi pekerjaan-pekerjaan seperti :Kemampuan untuk memprediksi kebutuhan dana di masa yang akan datang ,Mencari sumber dana untuk mencukupi jumlah yang dibutuhkan, Melakukan penatausahaan untuk arus dana yang masuk dan keluar
- Selanjutnya ada resiko dalam pengelolaan likuiditas bank
1. Resiko pendanaan (funding
risk)
2. Resiko bunga (interest risk)
- Manajemen GAP(Mismatch)
- Upaya-upaya untuk mengelola dan mengendalikan kesenjangan (GAP) antara asset dan liabities pada suatu periode yang sama, meliputi kesenjangan dalam hal jumlah dana, suku bunga, saat jatuh tempo (maturity) atau perpaduan antara ketiganya (kesenjangan tercampur atau mix match).
- Atau dengan kata lain menejemen GAP adalah upaya untuk mengatasi perbedaan (mismatch) antara asset sensitif terhadap bunga (Rate Sensitive Assets /RSA) dan pasiva yang sensitive terhadap bunga (Rate Sensitive Liabilities/RSL).
- Strategi managemen GAP
- Mengelola interest rate : Interest rate management yaitu suatu kegiatan untuk menata interest rate secara simultan antara sisi aset maupun liabilities sehingga dapat diperkecil dampak negatif perubahan suku bunga, dengan memperhatikan :
- Jangka waktu,
- Repricing
- Interest rate dan
- Acceleration of change
- Manajemen Valuta Asing
- Suatu kegiatan membeli atau menjual mata uang suatu Negara. Kegiatan jual beli valuta asing membentuk suatu pasar yang disebut dengan pasar valas.
- Pasar valas dapat dikatakan sebagai transaksi jual beli melalui jaringan komunikasi antara bank-bank, brokers atau deler di seluruh dunia yang dilakukan di ruangan masing-masing bank yang telah dilengkapi dengan jaringan komunikasi.
- Secara garis besar tindakan manajemen valas dapat berupa :
- Pengendalian kesejahteraan mata uang asing.
- Pengendalian keuntungan netto dari nilai tukar.
- Instrumen Valas
- Transaksi SPOT : transaksi valas secara tunai di mana penyerahan valutanya dilakukan 2 hari setelah tanggal transaksi dengan nilai tukar yg sudah disepakati.
- Transaksi FORWARD : transaksi valas secara berjangka dimana penyerahan valutanya dilakukan pada suatu tanggal tertentu di kemudian hari.
- Transaksi SWAP : pertukaran dua valuta asing yg berbeda melalui penjualan secara tunai & pembelian kembali secara berjangka
- Manajemen pricing
- Suatu kegiatan manajemen untuk menentukan tingkat suku bunga dari produk-produk yang ditawarkan bank, baik disisi aset maupun liabilities. Tujuan utama dari manejemen princing tersebut adalah untuk mendukung strategi dan taktis ALMA bank dalam mencapai tujuan-tujuan operasional lainnya dan mencapai tujuan penghasilan bank.
- Faktor penetapan interest rate : Kelompok pinjaman dan kelompok simpanan
Langganan:
Postingan (Atom)